SMK PGRI 1 Ngawi Ikuti UNBK Online

IMG_20160209_074959

SMK PGRI 1 Ngawi ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Online. Ya untuk tahun 2016 kami mulai mengikuti ujian nasional berbasis komputer online secara serentak dengan sekolah-sekolah lain di Indonesia. Sebetulnya tahun kemarin kami sudah mendaftar dan ingin mengikuti namun, karena ada kendala dalam hal persiapan dan peralatan teknis maka kami batal mengikuti ujian nasional berbasis komputer online ini tutur Bapak Drs. Machruf Hidayat, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Ngawi.

Untuk tahun kami kami Insyaallah siap mengikuti UNBK Online secara serentak dengan sekolah lain seluruh Indonesia. Melihat dari Uji Coba UNBK Online 1 alhamdulillah kami dan teman-teman mendapat banyak kendala dan pengalaman dalam melaksanakannnya. Namun dengan kendala dan pengalaman itu kami mantap untuk mengikuti UNBK Online ini.

Dengan UNBK Online ini kita otomatis menghemat kertas dan menyelamatkan alam karena, dengan UNBK Online otomatis tidak ada penebangan pohon untuk memproduksi kertas.

Menebang pohon, karena bahan dasar pembuatan kertas, pulp, ya dari batang pohon itu sendiri. Kertas yang disiapkan menjadi lembar soal dan jawaban murid se-Indonesia di ujian nasional (UN).

Jadi, UN pun menjadi penyebab kerusakan hutan, yaitu pengambilan kayu secara berlebih demi kepentingan industri, misalnya industri kertas. Hal ini terjadi karena semakin meningkatnya tingkat kebutuhan kertas. Saat ini produksi kertas Indonesia menduduki peringkat ke-12 dunia, dengan pangsa 2,2 persen dari total produksi dunia yang mencapai 318,2 juta ton per tahun.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).