Kurikulum SMK Disesuaikan Tuntutan MEA

Lomba-Kompetensi-717x456

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyesuaikan kurikulum di jenjang SMK sesuai tuntutan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kemampuan berbahasa asing salah satu faktor yang diutamakan.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, di SMK, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing tidak lagi menjadi alat kualifikasi akademis tetapi untuk penyesuaian kemampuan di abad 21. Kemampuan itu diintegrasikan kementerian dengan kritis berpikir, kreatif dan kolaboratif.

“Pada revisi kurikulum 2013 untuk SMK, kami sudah menambah kemampuan bahasa asing. Ini untuk menunjukkan siswa SMK lebih bisa bertahan dari SMA,” kata Mustaghfirin di sela Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing SMK tingkat Nasional di Politeknik Negeri Batam, Selasa (27/10/2015).

Mustaghfirin menjelaskan, revisi kurikulum menjadwalkan penambahan mata pelajaran bahasa Inggris, tidak lagi hanya dua jam. Siswa SMK akan belajar bahasa Inggris selama dua jam pelajaran di kelas satu, tiga jam di kelas dua dan empat jam di kelas tiga.

Metode pelajarannya, ujar Mustaghfirin, harus aktif dan menyenangkan sehingga kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing menjadi budaya. Sekolah juga harus mengagendakan satu hari khusus berbahasa Inggris termasuk dalam ekstrakurikulernya.

Sumber : Okezone