INFO Uji Kompetensi Jurusan TKJ
PENGUMUMAN
BAGI SISWA KELAS 3 JURUSAN TKJ
(TEKNIK KOMPUTER JARINGAN)
Mulai akhir desember siswa Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK PGRI 1 NGAWI Tahun 2009 harus melakukan proses pembuatan TA (Tugas Akhir). Ujian dimulai Bulan Januari s/d Bulan Februari 2010.
Uji kompetensi adalah salah satu ujian yang harus di ikuti oleh siswa kelas 3 SMK, dimana hasil dari ujian ini akan menjadi tolak ukur kopentensi siswa setelah menempuh pendidikan di SMK. Pada tahun ini TA dikerjakan individu meliputi project wajib yang harus dikerjakan oleh semua siswa dan project proposal yang harus dikerjakan setiap individu. Dimohon para siswa sekarang untuk dipersiapkan sungguh-sungguh dalam menghadapi Ujian Nasional maupun Ujian TA Teori dan Praktek serta Ujian Sekolah.
Untuk materi dalam pembuatan TA kami mengambil pedoman dari Dinas, Yang intinya setiap individu membuat project wajib yang mencakup seluruh kompetensi di TKJ. Mulai dari merakit komputer, Instalasi Sistem Operasi dan software, Instalasi infrastruktur perangkat jaringan LAN atau WAN serta setting dan konfigurasi server.
Untuk jadwal pelaksanaan uji kopetensi perkelas menyusul
Dengan adanya TA ini semoga dapat memperkuat kompetensi para siswa dalam TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) khususnya TKJ.
Adapun contoh judul sebagai berikut:
Contoh Judul Tugas Akhir TKJ 09 GRISA
1. Membangun Router Gateway Menggunakan Sistem Operasi Mikrotik
2. Membangun Hotspot Menggunakan Sistem Operasi Mikrotik
3. Membangun Proxy Server Menggunakan Sistem Operasi Mikrotik
4. Membangun Jaringan WARNET Menggunakan Sistem Operasi Linux
5. Membuat Web Server Menggunakan Windows 2003 Server
6. Membuat Mail Server Menggunakan Windows 2003 Server
7. Membangun Jaringan WAN dilengkapi dengan ISP Server menggunakan Sistem Operasi Linux.
8. Membangun Infrastruktur Jaringan Wide Area Network (WAN)
9. Membangun Infrastruktur Jaringan RT RW
10. Membuat Web Server Menggunakan Sistem Operasi Linux
11. Membuat Mail Server Menggunakan Sistem Operasi Linux
12. Membuat Proxy server pada Sistem Operasi Linux
13. Membangun Server Data Sekolah menggunakan system operasi Windows XP dengan fasilitas Backup dan Restore
14. Membangun Sistem Informasi Database Penerimaan Siswa Baru Menggunakan MS Office Acces 2003
15. Membangun Sistem Informasi Database Hasil Belajar Menggunakan MS Office Acces 2003
16. Membangun Aplikasi Database berbasis Web menggunakan PHP dan MySQL.
17. Membangun Aplikasi CMS Database menggunakan Xampp
18. Membangun Aplikasi CMS Database menggunakan Joomla
19. Membangun Server Blogger menggunakan WordPress pada OS Windows XP
20. Membangun Infrastruktur Jaringan Hotspot di Sekolah.
21. Membuat dan Membangun Infrastruktur Jaringan menggunakan Antena Wajan Bolic
22. Membuat dan Membangun Infrastruktur Jaringan menggunakan Antena Panci Bolic
23. Membuat dan Membangun Infrastruktur Jaringan menggunakan Antena Kaleng
24. Membuat dan Membangun Infrastruktur Jaringan Menggunakan Antena Omni
25. Membuat dan Membangun Infrastruktur Jaringan Menggunakan Antena Grid
Ngawi, 27 Nopember 2009
Ka. Kompetensi Keahlian
Teknik Komputer jaringan
SMK PGRI 1 Ngawi
Hari Susanto, A.Md
Guru Dituntut Dapat Berperan Multifungsi
Jakarta, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan, perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia telah mengajarkan…
bahwa bangsa yang maju, modern, sejahtera, dan bermartabat adalah bangsa yang memiliki sistem dan praktek pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang unggul dan maju.
Hal tersebut disampaikan Presiden pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2009 dan HUT Ke-64 PGRI di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa, (01/12).
Presiden mengatakan, pendidikan yang bermutu akan sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu yaitu guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat. Memasuki abad 21 yang dikenal sebagai abad pengetahuan, tatanan pembangunan pendidikan tidaklah semakin ringan. Maka sosok guru di abad pengetahuan ini harus ditandai dengan keteguhan iman dan taqwa, tingginya semangat nasionalisme, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta wawasan yang jauh ke depan.
Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa paradigma pembangunan pendidikan telah memasuki ranah yang makin kompleks. Oleh karena itulah paradigma pendidikan di abad ke-21 menuntut perubahan peran guru. “Guru harus mampu menjadi insan pendidik yang makin profesional, kreatif, dan dinamis. Insan pendidik yang sanggup menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang inovatif. Insan pendidik yang sanggup menunaikan peran multifungsi sebagai fasilitator, motivator, komunikator, transformator, bahkan sebagai agen perubahan,” katanya.
Sejalan dengan itu, Presiden mengatakan bahwa guru harus mampu melakukan reformasi metodologi pembelajaran yang berorientasi kepada murid dan bukan kepada guru. Dengan peran multifungsi itu para guru diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan teknologi sekaligus mampu membentuk sikap jiwa dan karakter murid-muridnya agar mampu bertahan di era kompetisi yang semakin ketat di abad ke-21 ini. “Guru yang mampu membawa perubahan peradaban bagi generasi yang sedang tumbuh mekar,” ujarnya.
Dalam Sambutannya, Presiden berpesan, kepada Mendiknas, agar terus memberikan perhatian yang besar pada pembinaan dan peningkatan profesi para guru dan dosen. “Percepat upaya peningkatan kualifikasi guru melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan hasil belajar bagi guru yang akan melanjutkan studi ke jenjang S1,” katanya.
Demikian juga kepada para pimpinan dan segenap jajaran PGRI, Presiden meminta, untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme para guru. “Berikan dukungan pada upaya pemacuan profesi, peningkatan kompetensi, pembinaan karir, perluasan wawasan, perlindungan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru,” katanya.
Serta, kepada para gubernur, bupati, dan walikota, Presiden meminta, agar melanjutkan semua upaya yang mendukung pengembangan profesi bagi para guru di wilayahnya. Menerapkan kebijakan peningkatan kualitas guru yang makin terstruktur dan makin sistematis. Kemudian, memberikan bantuan dan memperluas peluang bagi para guru dalam mengikuti program sertifikasi agar mereka dapat terus meningkatkan kualifikasinya. “Lakukan kerjasama dengan semua pihak terkait. Kaji dan telaah dengan seksama pola pendistribusian guru di wilayah saudara masing-masing, dan salurkan sumbatan atas berbagai hambatan birokrasi dalam proses sertifikasi para guru,” katanya.
Pada Kesempatan ini pula, Presiden memberikan penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia berupa Satya Lencana Pembangunan dibidang Pendidikan kepada dua Gubernur dan lima Bupati Walikota yang mempunyai komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, satya lencana pendidikan juga diberikan kepada enam Guru, dua Kepala Sekolah, dua Pengawas Sekolah, dan satu Pamong Belajar serta satu Penilik yang berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya. (AND) -Sidiknas-
Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:
SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id





